Laman

November 15, 2010


My Top 10 Must Watch Movies of 2010; and everything else beneath the chart(ceritanya kan kta naq sbi ;))


Yoha, movie-goers, sudah saatnya ada review berbahasa Indonesia yang ga dibikin via translator.  Oh, I just hate that translator crap, malah bikin bingung bacanya.  How come I can understand English more than the language I use to speak everyday ??  Itu pertanyaan yang selalu muncul tiap ada tulisan yang diterjemahin secara instan.  Well, anyway, let’s do the chart.

#1 Alice in Wonderland

Alice In Wonderland
Release Date: March 5, 2010
Starring: Johnny Depp, Mia Kingsley, Helena Bonham Carter, Anne Hathaway
Director: Tim Burton
Another remake, yet another collaboration between Johnny Depp + Helena Bonham Carter + Tim Burton.  What do you expect ?
Dalam remake ini, kita ga akan liat kisah klasik Alice yang penuh hal-hal lucu itu.  Cerita dimulai ketika Alice (Kingsley), yang sudah jadi remaja 19 tahun, lagi-lagi masuk ke dalam Wonderland, but she doesn’t have any clue yet that she has been here.  Ternyata, pemerintahan Ratu Putih yang baik (Hathaway) baru dilengserkan sama Ratu Merah yang jahat (Bonham-Carter).  Ah, politics …
Jadi, dengan bantuan White Rabbit (Michael Sheen), the Caterpillar (Alan Rickman), The Mad Hatter (Johnny Depp), Tweedledee & Tweedledum (Matt Lucas), plus the Cheshire Cat (Stephen Fry), Alice berusaha mengembalikan keadaan menjadi lebih bahagia dengan cara menggulingkan Ratu Merah dari tahtanya.  Siapa yang setuju film ini jadi nomor 1 di chart saya ??

#2 The Chronicles Of Narnia; The Voyage of The Dawn Treader

Release Date: December 10, 2010
Starring: Skandar Keynes, Ben Barnes, Will Poulter, Liam Neeson
Director: Michael Apted

The Voyage Of The Dawn Treader
Ah, c’mon, like you really need a review !  *LOL*
Yeah, buat yang belum baca bukunya aja deh review-nya.
Bagi penggemar Peter and Sarah Pevensie, sorry, guys, we won’t meet them this time.  Kali ini cuma Edmund dan Lucy yang masuk ke Narnia, karena Peter dan Sarah dianggap sudah akil balig.  But wait, who’s that boy coming with you, Luce ?  Ups, let me rewind !
Lucy dan Edmund terpaksa menghabiskan liburan bersama sepupu mereka yang super nyebelin bernama Eustace Scrubb.  Saat sedang beradu argumen tentang Narnia, mereka malah ‘nyemplung’ ke dalam tulisan, dan tiba-tiba saja sudah terombang-ambing di dalam lautan.  Untungnya, mereka jatuh dekat kapal The Dawn Treader kepunyaan Prince Caspian, yang sekarang sudah jadi King Caspian tentunya.
Banyak kejadian seru selama perjalanan mereka, termasuk ketika Eustace berubah jadi naga akibat sikapnya yang buruk, ketika mereka menemukan kolam yang airnya bisa merubah apa saja menjadi emas, apa yang mereka temukan di ujung dunia, dan seterusnnya.  Kalo dikasih detail, nanti saya dibilang merusak kejutan khan ?  So let’s just expect this movie to be ‘NARNIALY AMAZING’ !

#3 Prince Of Persia ; Sands of Time

Release Date: May 28, 2010
Starring: Jake Gyllennhall, Gemma Arterton, Ben Kingsley
Director: Mike Newell

Sands of Time
Yeah, another game-based-movie.  Yet, tampaknya menarik, anyway sutradaranya juga Mike Newell, you know, sutradaranya Harry Potter itu lho.  Semoga jadinya sekeran Harry Potter yah.
Ber-setting di Persia abad pertengahan (begitu kata review resminya, karena saya ga pernah ke Persia abad pertengahan, jadi saya iyakan saja), Prince of Persia mengisahkan seorang pangeran petualang yang ‘terpaksa’ bekerja sama dengan putri yang biasanya merupakan saingan beratnya (oh yeah ?  *mengendus cinlok*) untuk menghentikan seorang penguasa yang murka agar tidak melepaskan sebuah badai pasir yang kemungkinan besar menghancurkan dunia.
Diawali karena sang pangeran kena tipu oleh seorang Vizier yang sekarat untuk melepaskan pasir waktu (Sands of Time) yang malah menghancurkan sebuah kerajaan dan merubah penduduknya menjadi monster-monster yang ganas.  Dalam rangka menyelamatkan kerajaannya, sekaligus menebus kesalahannya, maka sang pangeran dan si putri misterius itu pun berusaha keras mencari pisau waktu (Dagger of Time)yang bisa mengembalikan pasir-pasir itu ke dalam jam pasir yang merupakan tempatnya, yang juga memberikan kendali bagi pemiliknya untuk memanipulasi aliran waktu.

#4  AVATAR; The Last Airbender

Release Date: July 2, 2010
Starring: Noah Ringer, Dev Patel, Jackson Rathbone, Nicola Peltz
Director: M. Night Shymalan

Avatar; The Last Airbender
Akrab dengan judul ini ?
Kalau iya, berarti anda juga seorang Nick sejati seperti saya.  Avatar, Spongebob, maybe later, Ben 10.
Yapp, ini adalah kisah petualangan Aang (Ringer), seorang anak yang merupakan orang terakhir dari sukunya, pengendali angin, yang dibekukan agar selamat dari serangan.  Ternyata, Aang merupakan seorang avatar, dan absennya avatar yang menjaga ketertiban dunia, adalah karena tidur panjangnya tadi.  Aang ditemukan secara tidak sengaja oleh dua orang bersaudara, Sakha (Rathbone) dan Katara (Peltz).
Untuk menjadi avatar, Aang harus berlatih menguasai keempat elemen, yaitu Angin, Air, Api, dan Tanah.  Hal ini menjadi sulit dengan adanya pengejaran agresif dari Prince Zuko (Patel).
It’s gonna be a highly expected movie, walau sedikit kecewa.  Kenapa Pangeran Zuko yang merupakan favorit semua orang harus dimainkan Dev Patel ?  Maaf banget, Dev, nice acting in Slumdog Millionaire, but that doesn’t make you look like a prince.  Apakah ini nepotisme sesama orang India oleh sutradara ?

#5  The Wolfman

Release Date: February, 2010
Starring: Benicio Del Toro, Anthony Hopkins, Hugo Weaving, Emily Blunt, Geraldine Chaplin, Kiran Shah, Art Malik
Director: Joe Johnson

The Wolfman
Totally not a typical Valentine movie, eh ?
Movie ini, sayangnya, adalah sebuah remake dari sebuah film lama berjudul sama yang rilis tahun 1941.  Kurang kreatif memang, but hey, nobody would have watch this at that year anyway.  Kita khan masih belum merdeka.  Hahaha ..
Saudaranya tiba-tiba hilang, maka seorang bangsawan bernama Lawrence Talbot (Del Toro) kembali ke rumah keluarganya untuk menginvestigasi.  Disana, selain bertemu dengan ayahnya (Hopkins), ia juga bertemu dengan tunangan adiknya, Gwen Conliffe (Blunt).  Tapi yang selama ini menghantui malam-malam penduduk Blackmoor ternyata bukanlah sesuatu yang benar-benar manusia.  Bahkan Inspektur Aberline (Weaving) sekalipun tidak dapat memberikan penjelasan yang rasional untuk membantah rumor itu.
Dan bla bla bla, let’s just go to the point.   Sang kakak jatuh cinta kepada tunangan adiknya, yang sedang dicarinya itu, dan merasa bahwa Gwen, si cewek yang ‘diperebutkan’ itu, berada dalam bahaya dengan adanya ancaman dari kegelapan hutan, yang konon bersumber kepada seorang manusia serigala.  Maka, demi cinta, dia memberanikan diri memasuki hutan yang disinari bulan purnama untuk membunuh si manusia serigala, sebelum manusia serigala itu menghancurkan cintanya.   Padahal, ngapain susah-susah, cinta khan cuma butuh Alpenliebe (jayus mode).

#6 The Imaginarium of Dr. Parnassus

Release Date: December 25, 2009
Starring: Heath Ledger, Christopher Plummer, Verne Troyer, Lily Cole, Andrew Garfield, Tom Waits, with Johnny Depp, Colin Farrell, and Jude Law
Director: Terry Gilliam

Dr Parnassus
Bersetting di masa kini, Doctor Parnassus (Plummer), seorang manusia abadi berumur sekitar 1000 tahun yang konon merupakan versi manusia dari Tuhan, memimpin sebuah rombongan teater, mencakup seorang ahli olah tangan bernama Anton (Garfield) dan kurcaci bernama Percy (Troyer) yang menjajakan kesempatan untuk meninggalkan realita melalui sebuah cermin ajaib kepunyaan Dr. Parnassus.  Parnassus memiliki kemampuan mengendalikan imajinasi orang lain karena kontraknya dengan Devil (Waits), yang sekarang datang untuk mengambil tumbal, dan mentargetkan anak perempuan Parnassus (Cole). Rombongan ini, yang kemudian mendapat seorang pendatang misterius bernama Tony (Ledger – Depp – Law – Farrel), berkelana dari dunia pararel yang satu ke yang lainnya untuk menyelamatkan sang gadis.
Seharusnya film ini sudah bisa kita tonton awal tahun ini, tapi karena kematian Heath Ledger yang mendadak, terpaksa produksinya pun ditunda.  Namun script-writers yang terlibat, syukurnya, sangat-sangat-sangat-kreatif-banget.  Mereka membuat karakter Tony menjadi seseorang yang selalu bertransformasi setiap mereka berpindah dunia pararel.  Dan tadaaa, Tony is simply a four-great-hunks man !

#7  Sherlock Holmes

Sherlock Holmes
Release Date: December 25, 2009
Starring: Rachel McAdams, Robert Downey, Jr., Jude Law, Mark Strong
Director: Guy Ritchie
Ah, simply my type of movie.  Detektif terkenal, dengan sutradara termahsyur, dan deretan cast bintang lima.  Not quite 2010 movie, but you know Indonesian’s theaters.
Sebenarnya cuma salah satu petualangan lain dari sang detektif ternama ciptaan Sir Arthur Conan Doyle, Holmes (Downey), yang didampingi oleh asisten setianya, Watson (Law).  Kali ini mereka mengadu otak, dan nyali, dengan seorang nemesis yang mengancam seluruh Inggris.
Movie ini konon ada saingannya, Sacha Baron Cohen dan Will Ferrel yang bakal jadi peran utama.

#8 Iron Man 2

Iron Man 2
Release Date: May 7, 2010
Starring: Robert Downey Jr., Mickey Rourke, Scarlett Johansson, Don Cheadle, Gwyneth Paltrow, Samuel L. Jackson
Director: Jon Favreau
Totally most anticipated superhero movie of 2010, liat aja dong pemaennya.  Ditingkatkan daripada prekuelnya, Iron Man (tanpa embel-embel).  Not much to say about this movie, karena Favreau rupanya pelit soal berbagi cerita.  All I know is, Iron Man 2 bersetting sekitar 6 bulan dari cerita Iron Man pertama.  Yang menarik, kali ini Iron Man bakal berhadapan dengan super villain yang populer di kalangan penggemar komiknya, War Machine dan Whiplash.

#9 Toy Story 3

Release Date: June 18, 2010
Starring: Tom Hanks, Tim Allen, Joan Cusack
Director: Lee Unkrich

Toy Story 3
Sebelum saya dicap sebagai CGI addict, mari mengenang masa kecil.  Long time no see some Toy Story,    eh ?  Toy Story 3 mengalahkan “Shrek Forever After” di pikiran saya.  Nothing new, just another toys’ problem. Lagi pula aku jga ga trlalu ska film shrek.
Andy (itu lho, anak kecil pemilik mainan-mainan itu) sekarang sudah dewasa, dan sedang memasuki bangku kuliah.  So, para mainan pun, sebagaimana semua kenangan masa kecil kita semua, harus rela ‘digudangkan’, termasuk Woody dan Buzz Lightyear.  Tapi tiba-tiba, Andy memutuskan untuk membawa Woody, his once-fav toy.  Celakanya, sebelum semua mainan itu beristirahat dengan tenang di loteng, mereka secara ga sengaja dibuang !
Uh oh !  Mereka ternyata dipungut sama seorang tukang sampah, dan diserahin ke sebuah tempat penitipan anak, sehingga mereka harus berjuang bertahan dari ‘serangan’ anak-anak prasekolah.  Believe me, I can imagine how crazy it will be.  Sekarang semua bergantung kepada Woody untuk nyelametin temen-temennya, juga menemukan ‘rumah baru’ untuk mereka semua.

#10 Clash of The Titans

Release Date: March 10, 2010
Starring: Sam Worthington, Liam Neeson, Ralph Fiennes, Gemma Arterton
Director: Louis Leterrier

Clash Of The Titans
Oh, c’mon, you see this coming !
Sebuah remake dari film petualangan tahun 1981, Perseus (Worthington), yang sebenarnya merupakan seorang dewa namun dibesarkan sebagai seorang manusia, berusaha mengalahkan sang dewa jahat, Hades (Fiennes) sebelum Hades mendapatkan kekuatan dari Zeus untuk membuka gerbang neraka di bumi.  Dia harus bertarung dengan makhluk-makhluk mistis agar dapat membebaskan seorang putri yang ditawan (Arterton).  Satu-satunya cara ia dapat menang adalah dengan menerima kekuatan dewa-nya, namun dengan demikian akan kehilangan takdir manusianya.  Sum kinda Hercules, eh ??
Yang juga harus ditunggu adalah bahwa vokalis Muse, Matthew Bellamy (ah, my lovely lovely cherry pie), mengatakan akan menggarap beberapa lagu secara eksklusif untuk menjadi soundtrack film ini.

And for the closing, I have some recomendations to watch from the end of this year up to next year.

1. Jonah Hex

Stars : Josh Brolin, John Malkovich, Megan Fox
Directed by: Jimmy Hayward
Release Date: June 18, 2010
Petualangan seorang Wild West bounty hunter yang wajah seramnya menutupi kebaikan hatinya.

2.  The Princess and The Frog

Stars : Anika Noni Rose, Oprah Winfrey, Keith David
Directed by: Ron Clements and John Musker
Release Date: December 11, 2009
Apa jadinya kalau sang putri mencium pangeran, yang dikutuk menjadi kodok, dan malah ikut berubah menjadi kodok ??!

3. Astro Boy

Stars : Freddy Highmore, Nicholas Cage, Kristen Bell, Donald Sutherland, Eugene Levy
Directed by: David Bowers
Release Date: October 23, 2009
Astro Boy yang dibuang ayahnya, kembali ke kota untuk menemui sang ayah dan mengalahkan musuhnya, Ham Egg.

4. Tekken

Stars : Cary-Hiroyuki Tagawa, Luke Goss, Chung Le
Directed by: Dwight H. Little
Release Date: December 31, 2009
Seorang petarung muda menyadari bahwa ia memiliki kekuatan yang tidak biasa.  Petarung-petarung elit lain mencoba membunuhnya demi mendapatkan kekuatan itu.

5. Date Night

Stars : Steve Carell, Tina Fey, Mark Wahlberg, Mila Kunis
Directed by: Shawn Levy
Release Date: April 9th, 2010
Sepasang suami istri yang mengalami kejenuhan rumah tangga sedang berkencan, dan akibat salah identitas di sebuah bistro, mereka harus berhadapan dengan polisi korup, mafia, dan mendapatkan sebuah kencan tak terlupakan.
 
Well, that's all, folks.  Enjoy these good movies soon, and remember,
PIRATED VERSIONS will be COOL too !
Just wait for my next recommendation.
Maisya”
 
JANGAN LUPA KASIH COMMENT YA..

Oktober 30, 2010

the youth pledge

The 1928 Youth Pledge " Cornerstone to Building the Nation Called INDONESIA

Every 28th. October, Indonesia commemorates Youth Pledge Day, or Hari Sumpah Pemuda. On this day in 1928, some 78 years ago, Indonesian youths, hailing from different ethnic groups and islands in the then Netherlands East Indies, convened a 2-day Youth Congress in Batavia - present-day Jakarta. At the end of this historic meeting these youths pledged their commitment to: One Homeland " Indonesia (meaning the territory of then Netherlands East Indies), One Nation " the Indonesian Nation, and One Language " Bahasa Indonesia.
At the time, the archipelago was still a colony of the Netherlands, and Indonesia was a new word. But still the youth pledged to fight for that one dream homeland, and the creation of that one nation called Indonesia.

As for a national language, in 1928 the Indonesian islands had no common language, each of the more than 300 ethnic groups inhabiting this archipelago had its own language. Nonetheless, the Congress chose Bahasa Indonesia, which was based on the Malay language,- to be Indonesias national language, for two reasons " so explained Prof. Sunario.
Firstly it was a language that many understood, since the rough variety was commonly spoken in trade and commercial negotiations throughout the islands. But secondly, and most importantly it was democratic. The natural way out for the youths would have been to choose the Javanese language to be Indonesias common language, since the Javanese ethnic group was by far the largest compared to any other ethnic group, while the Javanese language and culture are very sophisticated and refined. However, the Javanese language was not at all democratic, since it consisted of different levels of language depending on ones social status and the status of the person one spoke to. Thus, for the sake of democracy, the new Bahasa Indonesia was chosen to be Indonesias national language.
Patriotic Youths
These young people, who later came to be the founding fathers of the Republic of Indonesia were no upstart students. Many were young university graduates, young lawyers, economists, doctors, engineers, who had graduated from prestigious universities among which were Leiden and Rotterdam in the Netherlands, Stovia in Batavia (now Jakarta) and the Technical Institute in Bandung.
Moehammad Yamin, a Youth Pledge stalwart, later reported that the meeting had brought together youths who had grouped themselves into associations called Java Youths, Sumatra Youths, Islamic Association Youths, Batak Youths, Celebes (now Sulawesi) Youths, Batavia Youths, and the Association of Indonesian Students, - all these attended the Youth Congress held on 27 to 28 October 1928 in Jakarta
But the historic Youth Pledge that remains the foundation of the Republic, did not emerge out of the blue during two days of discussions.It had been thought out and discussed long before. Dr. Asvi Warman Adam, Indonesian historian, writing in Kompas of 28 October 2002 , said that Sartono Kartodirdjo once explained that in 1925,- three years prior to the Youth Congress, - the Indonesian Association students union (Perhimpunan Indonesia) in Holland had issued a Political Manifesto, expressing the aspiration to establish a modern Indonesian nation built on unity, equality and liberty for all the people of the archipelago. This Manifesto had inspired the Youth Pledge of 1928.


Therefore, analyzing the above principles, we can ascertain that the youths of that time were already very much aware, that in order to create a country and a nation, there must be a territorial claim, and a united multi-ethnic people to oust its colonizers. These youths were, moreover, determined that the Indonesia of their dreams must be a democratic, pluralistic and unitary Republic, not a nation that is based on feudal power and feudalism.
It was only 17 years after the 1928 Youth Pledge, at the close of World War II, on 17 August 1945, when Soekarno and Hatta, on behalf of the people of Indonesia, finally proclaimed the Independence of Indonesia. And, based on the Youth Pledge principles and spirit, there emerged the 1945 Constitution, the 5 Principles of State, Pancasila, and the Indonesian national slogan :Bhinneka Tunggal Ika " meaning Unity in Diversity.
Nation
But how can peoples from so many different ethnic groups and backgrounds form one nation? And how can such a nation hope to receive international recognition?
Prof. Sunario, in a speech to the Jakarta Rotary Club in 1984, entitled The Meaning of Sumpah Pemuda (the Youth Pledge) for Our National Existence and Survival, explained as follows: According to (earlier) theories (but) now regarded as being out of date, a nation is a large group of people of a common a) racial composition, or with a same b) religion, or c) culture, or d) same language.
A nation " according to Renan " is a large group of people who have a common desire to live together (le dsir de vivre ensemble) and to form a nation state on the ground that they had a long period of a shared lot together, in particular (because they had experienced) the same sufferings.
Renans theory was then enthusiastically accepted by our students in Holland in their struggle for Indonesias independence, continued Sunario, and also during the same time of the Sumpah Pemuda. Our sense of belonging together proved to be the best way to fight the divide et impera policy of the Dutch, Sunario said.
Therefore, to aspire to become one nation, the Indonesian people did not need to be of the same race, religion, culture or language. What was required was the will of the people to form one nation, together, based on common sufferings experienced during a long period in history. Thus, the Youth Pledge was a social contract pledged by ethnic groups inhabiting Indonesia, and embracing various religions, who expressed the wish to become united in one nation, based on the fact that they had commonly suffered through centuries under the yoke of Dutch colonialism.
This event also showed that even in those very early days, men and women, boys and girls fought the struggle of independence together, side by side, - without any gender discrimination.
Is the 1928 Youth Pledge still relevant in todays global world?
78 years later, in the age of Reformasi, globalization and liberalization, what relevance holds this event for young Indonesians today?
In its Editorial of 28 October 2006, Media Indonesia rues the fact that there is such a wide gap between the old and the young generation, since todays youths have no inkling of how hard were the sacrifices and struggle for our parents and grandparents to wrest freedom for this nation from oppressive colonialism.

As a nation also, Indonesians today seem to be suffering from amnesia, having apparently erased all past memory of our history, writes Media Indonesia.
Whereas, at the birth of the Republic, our founding fathers recognized that there will be differences within national unity, nowadays it seems that it is these very differences that are emphasized and become reasons for horizontal conflicts. The ongoing conflict in Poso, is one example. Corruption, illegal logging, the setting ablaze of our precious rainforests, all continue with little regard to the lot of the common man.

The 1928 Youth Pledge was a consensus, a social contract on national unity and solidarity. Thus, if each citizen holds fast to this consensus, our national unity can not be shaken by differences in ethnicity, religion or political convictions. But only for as long as we all adhere to the national consensus made through Sumpah Pemuda, Pancasila, and our national slogan: Bhinneka Tunggal Ika, Unity in Diversity.

Oktober 21, 2010

BUKITTINGGI CITY


BUKITTINGGI CITY

Bukittinggi (Indonesian for "high hill") is one of the larger cities in West Sumatra, Indonesia, with a population of over 91,000 people and an area of 25.24 km². It is situated in the Minangkabau highlands, 90 km by road from the West Sumatran capital city of Padang. It is located at 0°18′20″S 100°22′9″E / 0.30556°S 100.36917°E / -0.30556; 100.36917, near the volcanoes Mount Singgalang (inactive) and Mount Marapi (still active). At 930 m above sea level, the city has a cool climate with temperatures between 16.1°-24.9°C.
History
The city has its origins in five villages which served as the basis for a marketplace.
The city was known as Fort de Kock during colonial times in reference to the Dutch outpost established here in 1825 during the Padri War. The fort was founded by Captain Bauer at the top of Jirek hill and later named after the then Lieutenant Governor-General of the Dutch East Indies, Hendrik Merkus de Kock. The first road connecting the region with the west coast was built between 1833 and 1841 via the Anai Gorge, easing troop movements, cutting the costs of transportation and providing an economic stimulus for the agricultural economy.[  In 1856 a teacher-training college (Kweekschool) was founded in the city, the first in Sumatra, as part of a policy to provide educational opportunities to the indigenous population.A rail line connecting the city with Payakumbuh and Padang was constructed between 1891 and 1894.
During the Japanese occupation of Indonesia in World War II, the city was the headquarters for the Japanese 25th Army, the force which occupied Sumatra. The headquarters was moved to the city in April 1943 from Singapore, and remained until the Japanese surrender in August 1945. During the Indonesian National Revolution, the city was the headquarters for the Emergency Government of the Republic of Indonesia (PDRI) from December 19, 1948 to July 13, 1949. During the second 'Police Action' Dutch forces invaded and occupied the city on December 22, 1948, having earlier bombed it in preparation. The city was surrendered to Republican officials in December 1949 after the Dutch government recognized Indonesian sovereignty.
The city was officially renamed Bukittinggi in 1949, replacing its colonial name. From 1950 until 1957, Bukittinggi was the capital city of a province called Central Sumatra, which encompassed West Sumatra, Riau and Jambi. In February 1958, during a revolt in Sumatra against the Indonesian government, rebels proclaimed the Revolutionary Government of the Republic of Indonesia (PRRI) in Bukittinggi. The Indonesian government had recaptured the town by May the same year.
A group of Muslim men had planned to bomb a cafe in the city frequented by foreign tourists in October 2007, but the plot was aborted due to the risk of killing Muslim individuals in the vicinity.[8] Since 2008 the city administration has banned Valentine's Day and New Year's celebrations as they consider them not in line with Minangkabau traditions or Islam, and can lead to "immoral acts" such as young couples hugging and 
 kissing.

Administration

Bukittinggi is divided in 3 subdistricts (kecamatan), which are further divided into 5 villages (nagari) and 24 kelurahan. The subdistricts are:
Guguk Panjang, Mandiangin Koto Selayan, and Aur Birugo Tigo Baleh.

Transportation

Bukittinggi is connected to Padang by road, though a dysfunctional railway line also exists. For inner-city transport, Bukittinggi employs a public transportation system known as Mersi (Merapi Singgalang) and IKABE that connect locations within the city. The city also still preserves the traditional horse-cart widely known in the area as Bendi, although the use is limited and more popular to be used as vehicle for tourist, both domestic and foreign.

Tourism

It is a city popular with tourists due to the climate and central location. Attractions within the city include:
  • Ngarai Sianok (Sianok Canyon)
  • Lobang Jepang (Japanese Caves) - a network of underground bunkers & tunnels built by the Japanese during World War II
  • Jam Gadang - a large clock tower built by the Dutch in 1926.
  • Pasar Atas and Pasar Bawah - traditional markets in downtown.
  • Taman Bundo Kanduang park. The park includes a replica Rumah Gadang (literally: big house, with the distinctive Minangkabau roof architecture) used as a museum of Minangkabau culture, and a zoo. The Dutch hilltop outpost Fort de Kock is connected to the zoo by the Limpapeh pedestrian overpass.
  • Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta (Museum of Bung Hatta Birthplace) - the house where Indonesian founding father Mohammad Hatta was born, now a museum. [10]
Notable nearby destinations include Lake Maninjau and the Harau Valley.








Oktober 07, 2010

TOPOLOGI JARINGAN

Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini.
• Topologi bintang
• Topologi cincin
• Topologi bus
• Topologi mesh
• Topologi pohon

Setiap jenis topologi di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna.

Adapun detail dari masing-masing topologi jaringan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Topologi Bintang

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

Kelebihan
• Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
• Tingkat keamanan termasuk tinggi.
• Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
• Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan
Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.
Penanganan
Perlunya disiapkan node tengah cadangan.

2. Topologi Cincin

Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.


3. Topologi Bus

Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel.

Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.

Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
• Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
• Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

4. Topologi Mesh

Topologi jala atau mesh adalah sejenis topologi jaringan yang menerapkan hubungan antarsentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan ini adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Topologi ini selain kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

5. Topologi Pohon

Topologi Jaringan Pohon (Tree) ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .

Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.